LUKA AKIBAT PENGKHIANATAN
Bahkan sahabat karibku yang kupercayai, ... telah mengangkat tumitnya terhadap aku.-
(Mazmur 41:10)
Kita masih bisa tahan seandainya ditipu dan diperlakukan secara licik
oleh musuh. Kita masih bisa sabar dengan berita miring tentang kita
akibat iri hati dan fitnah. Kita masih bisa tersenyum seandainya harus
berhadapan dengan si gunung berapi yang meledak dalam kemarahan
tanpa alasan. Meski jengkel, kita masih bisa menahan diri dengan
perlakuan tidak adil yang kita terima. Kita masih bisa bersabar dengan
semuanya itu. Namun soal pengkhianatan atau pemberontakan yang dilakukan
oleh orang yang begitu dekat dengan kita? Ini hal yang paling
menyakitkan!
Bisa membayangkan seandainya orang yang kita
percayai, atau orang yang sudah begitu dekat dengan kita melakukan
pengkhianatan yang berujung pada pemberontakan? Sakit, itu pasti. Rasa
kecewa, tak bisa disangkal lagi. Geram, yah... itu perasaan yang bisa
dimaklumi. Memang tidak ada yang lebih menyebalkan selain pengkhianatan
dan pemberontakan. Mengapa? Karena pengkhianatan dan pemberontakan
selalu dilakukan oleh orang yang dekat dengan kita.
Tanyakan kepada Simson yang cintanya dikhianati Delila.
Tanyakan kepada Yusuf yang dikhianati oleh saudara-saudaranya.
Tanyakan kepada Uzia, yang dikhianati oleh Daud, rajanya sendiri. Pengkhianatan demi menutupi skandalnya dengan Batsyeba.
Tanyakan kepada Daud yang dikhianati oleh Absalom, anaknya sendiri.
Tanyakan kepada Yesus yang dikhianati oleh Yudas dengan ciuman.
Tak ada yang menyangkal bahwa pengkhianatan meninggalkan sakit dan luka
yang mendalam. Kita pernah mengalaminya, dan sampai sekarang luka itu
belum mengering. Tak bisa dipungkiri, bahwa terkadang terbersit sebuah
keinginan untuk melakukan aksi balas. Biar impas dan setimpal dengan
luka yang kita rasa. Rasanya kita perlu belajar dari Yesus soal
mengatasi pengkhianatan ini. Tidak ada obat yang lebih mujarab untuk
mengatasi luka akibat pengkhianatan selain kasih. Bukankah kita tahu
bahwa Yesus sudah mengampuni pengkhianatan Yudas bahkan jauh sebelum
murid yang satu ini menjual Dia? Kalau sampai hari ini luka hati kita
masih menganga akibat pengkhianatan, tak ada pilihan lain kecuali kita
mau mengasihi dan melepaskan pengampunan bagi orang yang telah
mengkhianati kita. Kasih adalah jawaban.
Lepaskan pengampunan bagi orang yang telah mengkhianati kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar